Short Page

Untuk Dia


Aku mengenalmu karena kita ada hubungan darah.Menurut yang aku dengar,silsilah kita sangat dekat.Kamu pindah dari Nagoya.Ibumu adalah sepupu ayahku.Tapi aneh karena saat itu aku tidak mengenalmu.

Kita pertama kali bertemu saat salju yang lembut menyentuh kul;itku membuat sadar dari mimpi.Aku yang ketiduran karena lelah belajar.Terkejut dengan kehadiranmu di sampingku.Aku menghajarmu saat itu.Karena aku pikir kamu adalah orang jahat.Tapi ada yang tidak kamu ketahui.Saat menghajarmu,sebenarnya aku tidak yakin dengan perbuatanku.Hati kecilku bilang itu sudah.Tidak mungkin pemuda tampan dan berkaca mata sepertimu berniat jahat.Eh!Kamu jangan besar kepala!Aku cuma bohong!Hehehe…Iya…Aku memang kurang berbakat bohong kalau di depanmu.

Kamu tidak marah saat itu.Kamu malah menyemangati aku.Belajar!Berjuang!Semangat!Itu selalu kamu katakan saat aku mulai lelah dengan buku-buku itu.Karena merasa bersalah,aku patuh dengan yang kau katakan.Kau juga mengajarkan hal-hal yang membuat kepalaku pusing.Aku mulai mengerti.Kamu itu pemuda masa kini.Tampan(jangan besar kepala),baik(walaupun cuma di depanku), pintar(menakhlukkan hati wanita.Haaahaha)dan sabar.Meskipun kita sudah 2jam duduk bersama,entah mengapa aku lupa menanyakan namamu.Kamu juga lupa.Ternyata kita memang sama saja.Walaupun begitu,kalau Tuhan menginginkan kita bertemu.Pasti kita bertemu lagi.Dan ternyata Tuhan memang baik hati.Tiba-tiba saja kamu ada di rumahku.Dan ternyata lagi,kita masih keluarga.Akhirnya aku tahu namamu.Dan kamu tahu namaku.Saat itu aku merasa aneh(bukan berarti,aku suka kamu).Tapi berbeda denganmu yang merasa biasa saja.Itu karena kamu memang sudah mengenalku.Bahkan sebelumnya kau juga sudah tahu kalau aku keluargamu.Aku jadi kesal(aku serius!).Habis…Kamu tidak memberitahukan aku sebelumnya.Huuh…Kamu memang menyebalkan.Tapi…Terima kasih ya…Karena bantuanmu aku bisa diterima di Sekolah impianku.

Karena waktu,kita jadi sering bersama.Tapi itu tidak membuat aku jatuh cinta(weekk!).Tapi entahlah dengan kamu.Aku yakin kamu sudah mulai menyukaiku.Pesonaku kan luar biasa.hahahaha! Over confidence ya ! Bercanda! Aku hanya menganggap kita kakak adik.

Ternyata anggapanku salah. Aku menemukan fotoku di kamarmu. Terkejut!! Pastinya! Itukan foto yang kucari-cari. Fotoku saat masih kelas 3 SMP. Tapi kenapa ada ditanganmu? Yang lebih membuatku terkejut, dibelakang foto itu tertulis tekadmu untuk mendapatkan aku. Tahu tidak perasaanku saat itu? Kaget. Tapi…Aku merasa tersanjung. Tiba-tiba kamu sudah ada di belakangku. Hal itu tidak terduga terjadi. Kamu bilang suka padaku. Tentu kamu masih ingat bagaimana reajsiku dulu? Belebihan ya? Hehehe… maaf ya. Soalnya aku shock berat! Kamu tahu sendiri kan kalau aku menerima meneria cintamu dengan keaddan mencitaimu sebagai kakak? Kamu tetap berbesar hati dan percaya kalau kelak aku akan mencitaimu. Saat itu aku merasa berat. Berat sekali. Bagaimana mungkin? Pikiran ini terlanjur mematenkanmudnegan gambaran seorang kakak. Kau dan aku tahu. Ini kan sulit. Aku mencoba menjalaninya. Aku berusaha! Aku sudah berusaha keras! Tapi aku masih belum yakin.

Hhh… kenapa aku bodoh ?! kenapa harus percaya padaku? Setiap saat kau selalu yakin kalau hati ini akan terbuka. Maaf ya. Tapi kenyataan aku sering menganggap kamu bodoh?
Ketika kamu berlibur ke Bali selama sebulan…pasti kamu mengira aku akan senang karena terbebas darimu. Salah! Aku merasa kesepian. Biasanya malam-malam seprti ini selalu ada kamu yang mengoceh lewat telepon.. tapi..hari itu lain. Ponselmu tidak akif. Pesanku tidak pernah tersampaikan. Uuuuh…sebal! Tapi sejak itu aku mulai berfikir mencitaimu. Otakku yang lain membantah. Katanya aku rindu sebagai kakak. Entahlah!

Sebelumnya aku minta maaf,pasti kamu bertanya-tanya. Minta maaf untuk apa? Sebantar! biarkan mengumpuklan keberanian untuk mengatakannya… tunggu lima menit lagi.

Hhh… hhh… hhh… hhh…

Fuuh…

Sudah lima menit,ya? Aduh…aku masih belum berani. Tunggu lagi ya? Dua menit saja. Terima kasih.

…………………..

Oh? Suadh dua menit ya? Lebih? Beri waktu lagi ya! Lima belas detik saja! Tidak mau?! Ya sudah…tapi janji,maafkan aku ya… .

Sebenarnya waktu sebulan itu aku gunakan untuk mencari cinta yang lain. Hhh…aku tahu aku salah, aku hanya ingin hari-hariku tidak sepi saat kamu pergi. Lagipula itu juga karena kesalahanmu! Andai saja ponselmu bisa aku hubungi, aku berani jamin kalau aku akan setia. Maaf. Aku malah menyalahkanmu. Aku benar-benar menyesal! Selain itu aku juga tidak serius dengan selingkuhanku. Toh mereka hnay aku jadikan pelampiasan. Maaaafff ya….aku tahu,sikapku tidak pantas. Wajar bila orang marah. Tapi aku tahu betul kamu adalah orang yang baik. Itu yang membuatku memilih untuk jujur padamu.

Ada yang belum sempat aku sampaikan.

Aku merasa sakit bila belum mengatakan ini.

Aku ingin kamu mendengarkan ini, karena ini adalah kata-kata yang belum pernah kau dengar dariku.

Aku mencintaimu bukan sebagai kakak.

Aku menyayangimu bukan sebagai kakak.

Aku…

Aku mencintaimu setulus hatiku.

Sebisa hati ini mencintai seseorang.

Ada yang perlu kau tahu lagi. Buatku, cinta itu selalu berakhir denagn kesedihan. Karena suatu saat orang yang kita cintaipasti akan meninggalkan kita. Dunia ini memang aneh…

Dan sekarang….

Kamu meniggalkan aku. Kau membuatku sakit dengan kepergianmu. Sebelaum aku sempat mengatakan aku mencintaimu. Aku bersungguh-sungguh mencintaimu….

Chiari meletakkan surat itu diatas makam Itsuru. Angina lembut menerpa wajahnya. Rambutnay terasa lembut oleh hembusannya. Setitik air mata menetes. Tiada sedu sedan yang menyertainya.

“Tenanglah disana…”,bisiknya sebelum berbalik dan melangkah pulang.

Suasana peristirahatan terakhir itu kembali lengang.




Story by : Nara